Kebersihan sangat disukai manusia. Kebanyakan orang
memandang kebersihan hanya dipandang dari sisi tampilan luar manusia saja. Islam
dalam konteks kebersihan memberikan perhatian pada aspek luar dan dalam. Karena
Islam menyerukan kebersihan dan kesucian fisik maupun non fisik. Berikut akan
dipaparkan mengenai wudhu, siwak dan mandi.
1.
Wudhu
| ddhongkong.org |
Ketika Islam mensyaratkan wudhu
sebelum menunaikan shalat, pada dasarnya Islam menuntut seorang muslim selau
berada dalam kondisi bersih dan suci sepanjang hari.
Allah SWT berfirman dalam surah
Al-Maidah ayat 6:
artinya:
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka
basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan
(basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka
mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat
buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air,
maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan
tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia
hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu
bersyukur.
Wudhu yang dilakukan berulang kali
dalam sehari untuk menunaikan shalat atau sekedar menjaga wudhu tiap kali
batal, efektif membersihkan tubuh dari
kotoran, mikroba dan lainnya yang menempel pada tubuh. Selain itu, juga
membersihkan mulut, gigi, hidung telinga, sekaligus menghilangkan mikroba,
sisa-sisa makanan maupun kotoran yang menempel.
2.
Siwak
| mushollarapi.blogspot.com |
Berkumur-kumur bagi mulut bisa
menghilangkan sisa-sisa makanan yang menempel, dan menjaga kesehatan mulut,
khususnya bila seorang muslim rajin menggunakan siwak. Hal ini sebagai
ketundukan pada perintah Rasulullah, yang menganjurkan agar bersiwak saat bangun
tidur dan sebelum sholat. Karena siwak dapat mensucikan dan membersihkan mulut.
Berikut diantara hadits-hadits tentang
anjuran penggunaan siwak
Diriwayatkan oleh Ibnu Majah,
Bukhari, Muslim, Abu Dawud dan lainnya dari Hudzaifah, ia berkata, “Rasulullah SAW apabila bangun di malam hari
untuk shalat tahajud, beliau menggosok mulut (gigi) dengan siwak”.
Diriwayatkan oleh Ibnu Majah,
Bukhari, Muslim, Abu Dawud dan lainnya dari Abu Hurairah, ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, “Seandainya aku tidak (khawatir) memberatkan
umatku, niscaya aku perintahkan mereka bersiwak tiap kali hendak shalat”.
Dari
Abu Umamah, bahwa Rasulullah SAW bersabda :
“Bersiwaklah
kalian karena sesungguhnya siwak itu mensucikan mulut dan membuat ridha Rabb.
Tiadalah Jibril datang kepadaku kecuali ia berpesan kepadaku untuk bersiwak,
sampai-sampai aku khawatir siwak diwajibkan kepadaku dan kepada umatku.
Seandainya aku tidak takut memberatkan umatku, niscaya aku wajibkan (siwak)
kepada mereka. Sungguh aku bersiwak hingga aku khawatir akan menanggalkan gigi
depanku.” (HR. Ibnu Majah)
Ibnu Qayyim rahimahulloh dalam Zadul
Ma’ad fi Hadyi Khairil ‘Ibad mengungkapkan “Dalam siwak terkandung banyak
manfaat, diantaranya menyegarkan mulut, menguatkan gusi, mengencerkan dahak,
menajamkan pandangan, menghilangkan kotoran, menyehatkan lambung, memerdukan
suara, membantu pencernaan makanan, melancarkan pengucapan kata, merangsang
minat baca, berdzikir dan shalat serta mengusir kantuk, membuat ridha Robb,
membuat kagum malaikat dan memperbanyak kebaikan”
Itulah keutamaan bersiwak dan
pengaruh positifnya bagi kesehatan manusia serta untuk meneladani Rasulullah
SAW.
3.
Mandi
Islam memerintahkan mandi karena
berbagai sebab. Ada mandi yang wajib dilakukan seorang muslim, ia berdosa jika
tidak mandi dan amal ibadahnya tidak akan diterima tanpa mandi terlebih dahulu.
Ada mandi yang disunahkan, bila dilakukan berpahala dan bila ditinggalkan tidak
mengandung siksa.
Mandi yang wajib dilakukan atas laki-laki dan perempuan
adalah yang disebabkan bertemunya dua alat kelamin (suami istri), orgasme dan
meninggal dunia. Dan khusus untuk wanita, ada tiga mandi tambahan yang wajib
dilakukan yakni setelah haid, nifas dan persalinan.
Mandi yang dianjurkan adalah mandi di hari jum’at, Idul
Fitri, Idul Adha, shalat istisqa’, shalat gerhana matahari dan bulan, setelah
memandikan mayyit, orang kafir yang masuk Islam, orang gila dan yang pingsan
apabila telah kembali kesadarannya, ketika hendak ihram, memasuki kota Mekah,
wukuf di Arafah, bermalam di Muzdalifah, melempar jumrah yang tiga, thawaf, dan
saat hendak memasuki kota Madinah.
Sebenarnya masih banyak lagi nasihat-nasihat berharga
dari Nabi Muhammad SAW yang sangat bermanfaat bagi siapa saja yang mau mematuhinya,
mengingat nasihat ini diambil dari cahaya kenabian nan suci yang selalu
mengajak pada kebaikan dunia dan akhirat.
Sumber: I’jaz Ath-Thibb An-Nabawi oleh Dr. Sayyid Abdul Hakim Abdullah diterjemahkan oleh Abu Nabil, Lc dan beberapa sumber lain
Mantap2...
BalasHapusSelamat buat blog barunya.
Mari saling berbagi ilmu juga..:D
visit me on ekanurdiyanto.blogspot.com
btw mana ya tombol follownya Wo??dari tadi dicari nda nemu..hehehee,
Tx bro..
Hapusiya.. selamat juga buat 'rumah baru' blog nte.. semoga blog kita semua ini bisa diisi terus dengan artikel yang bermanfaat..
blog nte udah ane folow tuh.. follow balik donk...
sudah bos.. sudah saya tambahin tombol folownya..