Rabu, 22 Februari 2012

Menjaga Kebersihan dan Kesucian Sesuai Ajaran Nabi Muhammad SAW



            Kebersihan sangat disukai manusia. Kebanyakan orang memandang kebersihan hanya dipandang dari sisi tampilan luar manusia saja. Islam dalam konteks kebersihan memberikan perhatian pada aspek luar dan dalam. Karena Islam menyerukan kebersihan dan kesucian fisik maupun non fisik. Berikut akan dipaparkan mengenai wudhu, siwak dan mandi.


1.    Wudhu
ddhongkong.org
            Ketika Islam mensyaratkan wudhu sebelum menunaikan shalat, pada dasarnya Islam menuntut seorang muslim selau berada dalam kondisi bersih dan suci sepanjang hari.
           
            Allah SWT berfirman dalam surah Al-Maidah ayat 6:

 artinya:
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.

            Wudhu yang dilakukan berulang kali dalam sehari untuk menunaikan shalat atau sekedar menjaga wudhu tiap kali batal, efektif  membersihkan tubuh dari kotoran, mikroba dan lainnya yang menempel pada tubuh. Selain itu, juga membersihkan mulut, gigi, hidung telinga, sekaligus menghilangkan mikroba, sisa-sisa makanan maupun kotoran yang menempel.

2.    Siwak
mushollarapi.blogspot.com
            Berkumur-kumur bagi mulut bisa menghilangkan sisa-sisa makanan yang menempel, dan menjaga kesehatan mulut, khususnya bila seorang muslim rajin menggunakan siwak. Hal ini sebagai ketundukan pada perintah Rasulullah, yang menganjurkan agar bersiwak saat bangun tidur dan sebelum sholat. Karena siwak dapat mensucikan dan membersihkan mulut.
 
Berikut diantara hadits-hadits tentang anjuran penggunaan siwak
                        Diriwayatkan oleh Ibnu Majah, Bukhari, Muslim, Abu Dawud dan lainnya dari Hudzaifah, ia berkata, “Rasulullah SAW apabila bangun di malam hari untuk shalat tahajud, beliau menggosok mulut (gigi) dengan siwak”.
            Diriwayatkan oleh Ibnu Majah, Bukhari, Muslim, Abu Dawud dan lainnya dari Abu Hurairah, ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, “Seandainya aku tidak (khawatir) memberatkan umatku, niscaya aku perintahkan mereka bersiwak tiap kali hendak shalat”.
           
Dari Abu Umamah, bahwa Rasulullah SAW bersabda :
“Bersiwaklah kalian karena sesungguhnya siwak itu mensucikan mulut dan membuat ridha Rabb. Tiadalah Jibril datang kepadaku kecuali ia berpesan kepadaku untuk bersiwak, sampai-sampai aku khawatir siwak diwajibkan kepadaku dan kepada umatku. Seandainya aku tidak takut memberatkan umatku, niscaya aku wajibkan (siwak) kepada mereka. Sungguh aku bersiwak hingga aku khawatir akan menanggalkan gigi depanku.” (HR. Ibnu Majah)
    
            Ibnu Qayyim rahimahulloh dalam Zadul Ma’ad fi Hadyi Khairil ‘Ibad mengungkapkan “Dalam siwak terkandung banyak manfaat, diantaranya menyegarkan mulut, menguatkan gusi, mengencerkan dahak, menajamkan pandangan, menghilangkan kotoran, menyehatkan lambung, memerdukan suara, membantu pencernaan makanan, melancarkan pengucapan kata, merangsang minat baca, berdzikir dan shalat serta mengusir kantuk, membuat ridha Robb, membuat kagum malaikat dan memperbanyak kebaikan”
            Itulah keutamaan bersiwak dan pengaruh positifnya bagi kesehatan manusia serta untuk meneladani Rasulullah SAW.

3.    Mandi
            Islam memerintahkan mandi karena berbagai sebab. Ada mandi yang wajib dilakukan seorang muslim, ia berdosa jika tidak mandi dan amal ibadahnya tidak akan diterima tanpa mandi terlebih dahulu. Ada mandi yang disunahkan, bila dilakukan berpahala dan bila ditinggalkan tidak mengandung siksa.
           
            Mandi yang wajib dilakukan atas laki-laki dan perempuan adalah yang disebabkan bertemunya dua alat kelamin (suami istri), orgasme dan meninggal dunia. Dan khusus untuk wanita, ada tiga mandi tambahan yang wajib dilakukan yakni setelah haid, nifas dan persalinan.
           
            Mandi yang dianjurkan adalah mandi di hari jum’at, Idul Fitri, Idul Adha, shalat istisqa’, shalat gerhana matahari dan bulan, setelah memandikan mayyit, orang kafir yang masuk Islam, orang gila dan yang pingsan apabila telah kembali kesadarannya, ketika hendak ihram, memasuki kota Mekah, wukuf di Arafah, bermalam di Muzdalifah, melempar jumrah yang tiga, thawaf, dan saat hendak memasuki kota Madinah.
           
            Sebenarnya masih banyak lagi nasihat-nasihat berharga dari Nabi Muhammad SAW yang sangat bermanfaat bagi siapa saja yang mau mematuhinya, mengingat nasihat ini diambil dari cahaya kenabian nan suci yang selalu mengajak pada kebaikan dunia dan akhirat.

Wallahu‘alam bishowab





Sumber: I’jaz Ath-Thibb An-Nabawi oleh Dr. Sayyid Abdul Hakim Abdullah diterjemahkan oleh Abu Nabil, Lc dan beberapa sumber lain

2 komentar:

  1. Mantap2...
    Selamat buat blog barunya.
    Mari saling berbagi ilmu juga..:D

    visit me on ekanurdiyanto.blogspot.com

    btw mana ya tombol follownya Wo??dari tadi dicari nda nemu..hehehee,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tx bro..
      iya.. selamat juga buat 'rumah baru' blog nte.. semoga blog kita semua ini bisa diisi terus dengan artikel yang bermanfaat..

      blog nte udah ane folow tuh.. follow balik donk...

      sudah bos.. sudah saya tambahin tombol folownya..

      Hapus

Dipersilakan untuk mengisi komentar,
Jika mengandung SPAM atau SARA akan segera di hapus,
Terima Kasih.